Vihara Dharma Giri: Sebuah Oase Spiritual di Pupuan, Tabanan
Terletak di tengah kawasan Pupuan, Tabanan — Vihara Dharma Giri menampilkan patung Buddha tidur raksasa yang telah menjadi ikon spiritual sekaligus destinasi wisata religi di Bali. Proses pembangunannya tidak sederhana: patung ini bahkan dibangun dua kali karena versi pertama (2010) dianggap tidak proporsional, lalu diganti agar sesuai dengan struktur dan estetika vihara.
Patung yang dikenal sebagai “Reclining Buddha” tersebut mengacu gaya lokal dari Candi Mendut di Jawa Tengah — bukan patung dari gaya Thailand — sehingga membawa nuansa warisan budaya Nusantara.
Dengan panjang sekitar 15 meter dan tinggi sekitar 3 meter, patung ini bukan hanya simbol artistik, melainkan representasi kedamaian dan pencerahan spiritual.
Awalnya, vihara dan area di sekitarnya dirancang sebagai pusat aktivitas keagamaan dan meditasi — bukan sebagai objek wisata. Dulunya lahan di sebelah Dharmasala hanya digunakan sebagai kebun sederhana. Namun seiring waktu, patung Buddha tidur menarik minat banyak pengunjung, lokal maupun wisatawan, sehingga Vihara Dharma Giri berkembang menjadi tujuan wisata religi dan spiritual favorit.
Kini, lingkungan vihara — dengan teduh taman hijau, suasana tenang, dan lanskap yang asri — mengundang siapapun untuk bermeditasi, merenung, dan mencari kedamaian batin. Para pengunjung dapat merasakan ketenangan, mindfulness, dan koneksi mendalam dengan ajaran Dharma dalam suasana yang khidmat dan damai.
Sumber: Detik.com
